Cerita
ku…
Hai aku Emelda Agustina, Banyak
banget pengalaman yang sudah aku lewati di umur 14 tahun ini salah satunya
adalah mengikuti kegiatan drumband/marshingband. Dari sejak kelas 6 sd aku sudah
ikut drumband, karena lulus SD jadi aku berhenti mengikuti drumband. Masuklah
aku ke smp 6 Tanjung didesa aku sendiri sampai kelas 3 smp aku ditawarkan oleh
pelatih drumband ku untuk masuk marshingband tetapi tempat latihannya lumayan
jauh yaitu di smp 1 Tanjung jadi latihannya seperti gabung dengan mereka karena
saat itu kita ingin tampil parade di taman tanjung. Setelah tampil di taman
tanjung kami juga ada tampil disalah satu tempat pernikahan teman pelatih kami
di pangkalan.
Setelah beberapa kali
tampil akhirnya tempat latihan mashingband berganti di Expo, saat itu
latihannya tidak lagi bergabung dengan smp 1 Tanjung tetapi bergabung dengan
sekolah SMKN 1Tanjung yang kelas 10 dan 11 nya, waktu itu hanya aku dan 1 orang
teman aku yang SMP.
Hampir setengah jam dari
rumah aku dan teman saya ke Expo tempat latihan sebenernya takut banget kalo di
jalan ada terjadi apa-apa dengan kami dan pulangnya juga sore banget sampe
rumah sudah hampir malam belum lagi orang tua teman saya yang selalu
marah-marah dengannya dan akhirnya teman saya memutuskan untuk berhenti ikut
marshingband.
Saat itu Alhamdulillah
orang tua aku masih memaklumi tapi karena
saat itu masih smp dan aku juga masih belum berani naik sepeda motor
sendirian sampai sejauh itu jadi aku juga ikut berheti mengikuti marshingband.
Masuk SMKN 1 Tanjung
tahun 2021 saat itu masih dalam keadaan pandemi, entah beberapa bulan belajar
daring setelah itu belajar tatap muka, waktu itu pengen banget ikut ekskul tari
atau dance tapi ternyata waktu itu exskulnya lagi kada aktif, jadi bingung deh
mau ikut ekskul apa, waktu itu aku chat teman yang pernah ikut marshingband
ternyata dia juga bingung, karena besic kami berdua marshingband dari smp
yaudah deh jadi kami berdua ikut marshingband lagi.
Tempat latihan nya masih
sama yaitu di Expo, setelah beberapa minggu latihan ternyata kata Abang pelatih
kami, kita akan mengikuti Event ASIAN Music Game, Seneng banget rasanya
akhirnya bisa ikut lomba karna ikut lomba latihannya pun jadi setiap hari,
karna temen aku ga dibolehin latihan setiap hari dan pulang hampir mau malam
terus jadi dia keluar dari Marsgungband. Sempat mikir gimana aku berangkan dari
kambitin ke Expo sendirian, Ternyata ada salah satu temenku lagi dari kambitin
yang mau ikut Marshingband, seneng banget akhirnya ga jadi berangkat sendiri
latihan.
Saat itu Alhamdulillah
Tim CG atau pemain yang megang bendera Menang juara 2 tingkat Nasional tentu
tidak mudah. tag video pertama di Aula SMKN 1 Tanjung saat itu pengambilan
video bergantian dengan tim yang lain.Butuh waktu berjam-jam untuk mencari
video terbaik dari jam 5 sore sampai jam 9 malam. Beberapa video sudah ada, di
video terakhir masih belum sempurna masih banyak yang salah-salah disetiap
gerakan sedangkan teman aku yang berbeda tim sudah selesai tag video, jadi saat
itu temen aku nungguin aku sampe malam, sedangkan orang tuanya sudah menelpon
berkali-kali untuk menyuruh dia cepat pulang.
Saat itu, temen aku
langsung nangis bukan karena takut dimarahi orang tuanya tapi merasa bersalah
karena aku juga harus ikut pulang sama dia karna 1 sepeda motor sedangkan
beberapa video masih belum sempurna. Aku juga sedih saat itu karna merasa
bersalah intinya serba salah deh jadinya. Akhirnya tag video sekali lagi terus
aku langsung cepet-cepet pulang sama temen aku. Karna temen aku dimarahin orang
tuanyan jadi dia disuruh keluar dari MB.
Setelah menang juara 2
kami masih harus melawan beberapa Negara jadi harus tag video lagi yang kedua,
tag video ini tentu berbeda tempat yaitu di Kalimantan tengah, pasar panas saat
pengambilan video cuaca kurang mendukung jadi kami terpaksa menggunakan
lapangan yang sedikit basah. Tag video yang kedua ini kami tidak juara tapi
kami dapat banyak pelajaran.
Setelah ikut lomba tim
kami disuruh untuk tampil di SMKN 1 Tanjung sekaligus peyerahan mendali, jujur
tampil disemea adalah tampil yang paling bikin panas dingin karena pertama kali
dilihat oleh banyak orang.
Setelah tampil penyerahan sertifikat oleh ibu Lis, terus langsung berangkat ke kantor bupati bersama ibu Lis untuk foto bareng dengan Bapak Anang. Jujur pertama kalinya melihat bapak bupati langsung. Setelah itu kami diteraktir makan sama ibu Lis di wong solo pas banget waktu itu belum makan dari pagi.
Note : drumband & marshingband berbeda ya.