Wednesday, July 17, 2024

Sharing : PKM di Toko Part 2



Setelah kehadiran Rahma, kami mengatur jadwal masuk malam. Aku agak lupa pola jadwalnya gimana, kayaknya setiap 3 hari atau 2 hari gitu, saling tukaran.


Rahma anaknya bisa dibilang agak lemot hehe tapi yakin aja sih pasti selalu ada perkembangan. Dia datang pagi-pagi, langsung kusuruh latihan menginput. Kelihatan lambat mengetiknya. It's oke, mungkin karena jarang ngelakuin ini, aku juga jauh dari kata sempurna. Yanti mulai jarang masuk. Namanya juga menjelang resign.

Rahma berkenalan dengan berbagai macam nama barang lebih cepat daripada aku. Lama kelamaan dia juga makin akrab. Pernah suatu ketika si istri bos pagi-pagi mukanya masam sekali, biasanya emang suka begitu. Tapi kali ini beda. Benar² marah. Aku bingung salahku dimana. Beberapa hari aku didiemin dia lebih senang sama Rahma malahan. Sampai aku memutuskan ijin pergi keluar kota sama nenek karena pengen benget menghindar sebelum pergi, aku chat dengan maksud minta maaf kalau ada salah kata. Padahal mager juga bepergian. Padahal bentar lagi memasuki masa magang. Tapi kelamaan ya beliau gak terlalu marah lagi. 

Mungkin momen-momen yang kuingat selama kerja adalah ketika mereka pada bikin tato sedangkan aku memilih gak ikut ikutan. Mereka diam-diam melakukannya di gudang tanpa sepengetahuan pak bos, sering banget dijodoh-jodohin anak pak Nadi Tebing Tinggi padahal saat itu aku lagi naksir sama temen aku hehe, terus keseharian aku menjelang 3 bulan sebelum resign sering bolak balik ke kampus jam 11 atau jam 13 siang buat Konsul proposal skripsi. Memasuki semester akhir aku resign dengan alasan pergi keluar daerah sama nenek.






Tuesday, July 16, 2024

Sharing : PKM di Toko part 1


Sedikit berbagi cerita, aku mengawali pekerjaan baru di tahun 2022, seharusnya aku menceritakan ini dulu sebelum masuk ke cerita tentang riam bidadari. 

Jadi, Yanti menawarkan aku pekerjaan karena dia mau resign. Posisinya sebagai admin di toko penjualan sparepart, oli dan ban. Aku senang banget dengarnya karena bisa dijadikan tempat magang nantinya. Aku saat itu sudah semester 5 akhir, magang dimulai semester 7, jadi gak ada salahnya aku mempersiapkan dari sekarang.

Hari pertama, aku langsung kerja tanpa kenalan atau interview dulu sama pemilik tokonya. Agak shock awalnya, karena bosnya berambut gondrong tapi keriting, kurus, bertato. Karena sebelumnya belum pernah berjumpa dengan orang berpenampilan seperti itu. Disini si istri dan tante yang jadi tukang masak sekaligus member gudang badannya juga gede menurutku sedangkan badanku mungil diantara mereka. Lanjut, aku hanya dilajari sama Yanti ngetik didepan komputer, menginput nota ke dalam bentuk Excel agar memudahkan saat mencari harga.

Hari demi hari kulewati, aku sudah mulai belajar mengenal lebih dalam nama dan bentuk sparepart motor hingga ke daftar harga. Karena jobdesk bukan hanya admin tapi bantu anak gudang seperti menyiapkan atau mempacking barang yang akan dibawa sales. Mereka menyuplai ke luar provinsi yaitu Kalteng dan Kaltim tapi yang masih dekat-dekat aja.

Jangan salah, disini termasuk pekerjaan paling capek banget menurutku. Barang tiba2 datang dibawa melalui ekspedisi berupa truk lalu membuka kardusnya dan menghitung jumlah barang apakah sesuai dengan nota. Menghitung sih gak terlalu berat tapi kalo datang di siang bolong ih aku benci banget. Panasnya menyengat bukan main. Kadang mukaku sampai memerah. Tapi aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk bisa melaksanakan solat meskipun mereka tidak melakukannya. Semoga mereka mendapatkan hidayah Allah. Aamiin.

Oke, singkatnya. Aku bekerja cuma siang aja. Sama seperti Yanti. Jarang masuk malam, tidak seperti anak gudang kerjanya siang malam gaji agak gedean mereka sedikit. kalau ada lemburan kayak orderan yang banyak banget, biasanya pesanan pelanggan yg langsung nelpon bos atau mengirim ke sungai danau itu terpaksa harus lanjut kerjakan sampai malam. Setidaknya sampe tengah malam lah. Pernah sekali aku pulang tengah malam, dijalan ketemu bau-bau wangi gitu kayak pandan atau melati.

3 bulan berturut-turut sebelum aku disuruh  bisa masuk malam, aku sempat terpikir pengen resign. Kena mental. Aku agak lupa kenapa sempat kepikiran, tapi kayaknya memang aku hampir gak kuat waktu itu. Mana gaji cuma 1 juta sebulan. Qodarullah, di bulan ketiga tepat dengan bulan puasa aku bisa bekerja dengan puasa meskipun disekelilingku terutama cowok banyak yang sahur disiang bolong. Dan sehari sebelum hari raya dapat THR dan sembako. Itu pun aku berdua dengan istri bos beli paketan parsel dengan melewati jembatan gantung. Jadi agak gemetaran. Itu yang buat aku jadi yakin tetap lanjut bekerja.

5 bulan bekerja ada anak baru jadi admin tambahan. Si Yanti belum resign juga, dia ditahan terus sama bos, dan akhirnya sepakat ia kerja sesuka hatinya cuma audit-audit barang yang katanya mau dikembangkan ke sistem. Dan di bulan ini juga, aku mulai megang sistem toko di komputer, setiap barang masuk diinput ke sistem dan kita bisa melihat berapa stok barang akhir tapi khusus barang yang disimpan di gudang. Itupun sering banget selisih padahal selalu dicatat setiap pengeluaranny,a kadang adu mulut cuma perkara ini doang. Anak gudang gak mau disalahkan, admin juga sebenarnya capek memanipulasi data supaya balance.

Jadi si anak baru ini namanya Rahma. Dia cikal bakal yang menjadi teman shiftku untuk masuk malam, karena sebelumnya si pak bos menawariku masuk malam tapi kuberi penjelasan kalau aku gak bisa masuk tiap malam karena ada tugas kuliah yang harus kukerjakan.  

Jadi, apa yang terjadi setelah kemunculan si rahma? Oke, besok lanjut part 2  dengan gambar pake jas almet + cover pkmku. 

aku ngantuk bangettt



Tentang Nenek

  Yeay, akhirnya pengen nulis lagi setelah sekian lama vakum. Jadi, kali ini aku mau bercerita tentang nenekku. Buat dijadikan pelajaran dan...