Showing posts with label Kuliah Activity. Show all posts
Showing posts with label Kuliah Activity. Show all posts

Tuesday, October 26, 2021

Duta Baca

26 Oktober 2021
Aku iseng-iseng ikut lomba duta baca Tabalong (Kabupaten di daerahku). Niatnya sih, pen jadi idola gitu, hehe. Aku mengikuti serangkaian lombanya, diawali dengan meminjam buku Radikus makankakus karya Raditya Dika. Tetapi, aku merasa kurang cocok, akhirnya aku ke perpustakaan lagi untuk minjam buku Rentang Kisah karya Gita Savitri Devi. Bagiku, ini ceritanya inspiratif. 
Setelah itu meresensinya dengan menulis di kertas folio. Aku mengumpulnya dan memotocopy agar mudah menghafal. Aku hafalin terus sampai seminggu, bahkan saat  bantu mamaku menyadap karet, kusempat - sempatin buat ngapalin biar lancar jaya. 
Hari H, yaitu presentasi resensi. Aku berusaha bangun lebih pagi dan datang sebelum jam yang ditentukan dimulai. Dari rumah, aku agak gugup. Berulang kali aku membaca shalawat dan alam nasyrah biar tenang, itu pesan mba Nana. 
Satu jam kami menunggu juri datang. Acara dimulai, peserta pertama tampil, sedangkan yang lain menunggu diluar aula. Aku mendapatkan teman-teman yang positif vibes selama menunggu giliran, seperti pelajar dari Aliyah, perempuan dari mahasiswa perwakilan dari STIT SMN, Kaka tingkat dari kampusku, aku gak nyangka perwakilan dari kampus kami ada dua orang. Ka Bahrul yang satu kampus dengan kakak perempuan itu mondar mandir menemui aku, kami berbincang gak jelas. Kayaknya dia emang suka temenan sama aku, hahaha.
Cukup lama menunggu, sampai azan zuhur nomorku belum terpanggil, padahal no 02. Karena sistem arisan jadi gak urut. Kami diberi snack kotakan dan sekotak nasi. Setelah yang disebut bukan nomorku, aku memilih sholat dulu. Kemudian, namaku belum juga disebut, aku memilih untuk makan siang. Walaupun tak senikmat lesehan.
Sempat bercanda-canda dengan adik-adik Aliyah, akhirnya nomor 02 dipanggil. Ketika tampil, dadaku bergetar tak keruan. Awalnya ingin menjelaskan "Rentang Kisah adalah..." Menjadi "Gita Savitri Devi adalah...."
Astaghfirullah. Terbaalik!!!
Semakin lama berbicara gugupku berkurang. Aku PD menjawab pertanyaan dari juri. Tetapi ketika ditanya, Unsur- unsur Resensi. Ya Allah, aku gak mempelajari itu sama sekali. Jangankan unsur-unsurnya, mencari pengertian resensi aja pas nunggu giliran.
Aduh, aku yakin gak bakalan menang, ternyata kalau niatnya gak baik. Hasil akhirnya emang kurang ajar.
Peserta lomba memasuki aula, saatnya pengumuman. Juara harapan 2, Kaka tingkatku yang meraihnya. Wah, gak nyangka. Padahal dia kurang ngerti sama isi novelnya mungkin public speaking nya bagus, dan cukup PD. Aku bangga sama anak-anak Aliyah, dua diantaranya dapat harapan 1 dan juara 3.  Padahal aku sempat mengira sekolah unggulan dengan rok kotak-kotak itu yang akan juara diantara mereka dengan jumlah pasukan 6 orang (terbanyak). Sudah mewanti-wanti mereka bakalan menang begitupun SMA lain. Ka Bahrul jadi peringkat 2. Yang pertama kakak perempuan itu. Gak nyangka banget. Awalnya aku dengan PD bilang, "padahal kalau peserta lainnya di dalam (menyaksikan presentasi) gak ngaruh," ucapku. "Ngaruh sih, tambah gugup" katanya. Tak disangka-sangka, dia menjadi DUTA BACA TABALONG tahun ini. Kupeluk dia seolah-olah sok akrab. Hahaha, ternyata aku sehumble itu.
Akhir cerita, aku ikut berfoto dengan Kating dan adik-adik Aliyah, biar kesannya jadi memorable. (Sorry, gak ada berfoto sama rangking 1 dan 2. Posisi diujung sebelah kanan.)

Sunday, February 21, 2021

kegiatanku di Bincang Literasi


Alhamdulillah, hari ini kami, Komunitas Menulis Al-Qolam mengadakan bincang literasi ketiga. Temanya "Penulisan Syair Banjar". Dihadiri pemateri yang sudah mahir dalam sastra maupun non sastra.

Thursday, March 19, 2020

Kuliah sambil Bisnis, Ini Ceritaku


Kuliah sambil bisnis, Ini Ceritaku

Sebagian mahasiswa pasti memiliki keinginan untuk mencari uang, guna untuk meringankan beban orang tuanya. Apalagi kebutuhan mahasiswa yang begitu banyak mulai dari biaya transportasi, biaya makan maupun biaya membuat tugas ditambah biaya sewa kost bagi mahasiswa yang jauh dari orang tuanya memaksa sebagian mahasiswa untuk mencari tambahan dana. Hal ini mungkin sangat dirasakan bagi mahasiswa yang terlahir dari keluarga yang kurang mampu.
Oke, kali ini saya akan menceritakan tentang perjalanan bisnis dimana saya mencoba mencari penghasilan tambahan meskipun saya sudah bekerja di usaha rumahan kue dengan mengikuti kuliah program non-reguler atau yang biasa disebut kelas karyawan.

Mungkin Anda berpikir sebagai mahasiswa non reguler telah memiliki uang sendiri bahkan tak perlu lagi mencari tambahan finansial. Heeitss tunggu dulu... siapa bilang begitu? punya uang sendiri sih, yes. tapi permasalahan di otak saya adalah bagaimana saya mampu mengembangkan jiwa berwirausaha agar kelak bisa menciptakan lapangan kerja. Hiiyaaa. Kebetulan, saya mengambil jurusan Administrasi Bisnis karena keinginan untuk menjadi pengusaha.
Awalnya, saya mengikuti kegiatan UKM di kampus yaitu Center Of Entrrpreneurship for Youth. Disitu saya  menemukan teman-teman baru maupun terjun ke lapangan langsung untuk praktik dagang.  Dalam melakukan bisnis atau berdagang ada beberapa hal yang perlu kami perhatikan, yaitu pemilihan produk yang tepat sehingga menarik minat masyarakat. Pertama-tama, kami berdiskusi produk apa yang ingin kami jual. kami pun memilih banana nugget. Kedua, masalah tempat, harus strategis. ketua umum mengarahkan untuk berjualan ke pendopo. Ketiga, modal. Dikasih 200 ribu oleh bendahara UKM.

Hari yang ditunggu telah tiba, tepat pada hari minggu libur kerja dan kuliah, saya dan teman-teman menyiapkan alat-alat operasional seperti meja, wajan, kompor dll.  Serta membawa bahan- bahan seperti gula, tepung, pisang dll. Kegiatan berjalan lancar, dan aku paling sibuk menangani semuanya apalagi ada seseorang yang langsung memesan 100 porsi. Saya kesana kemari mencari pisang yang kehabisan. Lebih sedihnya lagi, pisang harganya mahal. Akhirnya team kami lumpuh, mengalami kerugian yang hakiki. Dibanding team yang lain mereka masih mendapatkan untung.
kegiatan selanjutnya, kami mengganti produk berupa minuman, namanya kocktail nanas. Kali ini kami tak ingin buntung lagi. Sebelum berdagang, kami harus benar-benar teliti menghitung modal dan menentukan harga produk yang akurat serta diuji kenyamanan rasanya. Tetapi melesat lagi, kurang laku rupanya. Sebagian sisanya saya jual secara online.

Semakin lama bertahan di UKM. saya semakin sibuk bekerja dan mulai tidak aktif lagi mengikutinya. Salah satu anggota dari organisasi ini ada yang masih aktif bahkan sibuk berdagang secara online, produknya berupa pentol sadis  dan ubi coklat. Dia meminta bantuanku untuk memasarkannya secara luas dan memberi harga reseller. Jika delivery, uang ongkos kirim masuk ke my wallet. Hihii.
Saya melakukan bisnis ini sepulang kerja, terlebih dahulu  menemui owner, mengambil makanan tsb lalu mengantarnya ke customer. Pengalaman makin mewarnai kehidupan saya, mulai dari pulang kemalaman, kehujanan, orderan dicancel, dan yang lebih parahnya lagi seporsi pentol sadis terjatuh di jalan karena gak sengaja nabrak lubang. Ambyyaarrr.... rugi sih, untung ada ongkir yang menutupi. Pesanan terbanyak dan paling beruntung ketika teman-teman sekelasku banyak yang memesan, hehe....

sekian dan terima kasih yaaa

This is the best moment berdagang di Pendopo.

Tentang Nenek

  Yeay, akhirnya pengen nulis lagi setelah sekian lama vakum. Jadi, kali ini aku mau bercerita tentang nenekku. Buat dijadikan pelajaran dan...