Sebagian mahasiswa pasti memiliki keinginan untuk mencari uang, guna untuk meringankan beban orang tuanya. Apalagi kebutuhan mahasiswa yang begitu banyak mulai dari biaya transportasi, biaya makan maupun biaya membuat tugas ditambah biaya sewa kost bagi mahasiswa yang jauh dari orang tuanya memaksa sebagian mahasiswa untuk mencari tambahan dana. Hal ini mungkin sangat dirasakan bagi mahasiswa yang terlahir dari keluarga yang kurang mampu.
Oke, kali ini saya akan menceritakan tentang perjalanan bisnis dimana saya mencoba mencari penghasilan tambahan meskipun saya sudah bekerja di usaha rumahan kue dengan mengikuti kuliah program non-reguler atau yang biasa disebut kelas karyawan.
Mungkin Anda berpikir sebagai mahasiswa non reguler telah memiliki uang sendiri bahkan tak perlu lagi mencari tambahan finansial. Heeitss tunggu dulu... siapa bilang begitu? punya uang sendiri sih, yes. tapi permasalahan di otak saya adalah bagaimana saya mampu mengembangkan jiwa berwirausaha agar kelak bisa menciptakan lapangan kerja. Hiiyaaa. Kebetulan, saya mengambil jurusan Administrasi Bisnis karena keinginan untuk menjadi pengusaha.
Awalnya, saya mengikuti kegiatan UKM di kampus yaitu Center Of Entrrpreneurship for Youth. Disitu saya menemukan teman-teman baru maupun terjun ke lapangan langsung untuk praktik dagang. Dalam melakukan bisnis atau berdagang ada beberapa hal yang perlu kami perhatikan, yaitu pemilihan produk yang tepat sehingga menarik minat masyarakat. Pertama-tama, kami berdiskusi produk apa yang ingin kami jual. kami pun memilih banana nugget. Kedua, masalah tempat, harus strategis. ketua umum mengarahkan untuk berjualan ke pendopo. Ketiga, modal. Dikasih 200 ribu oleh bendahara UKM.
Hari yang ditunggu telah tiba, tepat pada hari minggu libur kerja dan kuliah, saya dan teman-teman menyiapkan alat-alat operasional seperti meja, wajan, kompor dll. Serta membawa bahan- bahan seperti gula, tepung, pisang dll. Kegiatan berjalan lancar, dan aku paling sibuk menangani semuanya apalagi ada seseorang yang langsung memesan 100 porsi. Saya kesana kemari mencari pisang yang kehabisan. Lebih sedihnya lagi, pisang harganya mahal. Akhirnya team kami lumpuh, mengalami kerugian yang hakiki. Dibanding team yang lain mereka masih mendapatkan untung.
kegiatan selanjutnya, kami mengganti produk berupa minuman, namanya kocktail nanas. Kali ini kami tak ingin buntung lagi. Sebelum berdagang, kami harus benar-benar teliti menghitung modal dan menentukan harga produk yang akurat serta diuji kenyamanan rasanya. Tetapi melesat lagi, kurang laku rupanya. Sebagian sisanya saya jual secara online.
Semakin lama bertahan di UKM. saya semakin sibuk bekerja dan mulai tidak aktif lagi mengikutinya. Salah satu anggota dari organisasi ini ada yang masih aktif bahkan sibuk berdagang secara online, produknya berupa pentol sadis dan ubi coklat. Dia meminta bantuanku untuk memasarkannya secara luas dan memberi harga reseller. Jika delivery, uang ongkos kirim masuk ke my wallet. Hihii.
Saya melakukan bisnis ini sepulang kerja, terlebih dahulu menemui owner, mengambil makanan tsb lalu mengantarnya ke customer. Pengalaman makin mewarnai kehidupan saya, mulai dari pulang kemalaman, kehujanan, orderan dicancel, dan yang lebih parahnya lagi seporsi pentol sadis terjatuh di jalan karena gak sengaja nabrak lubang. Ambyyaarrr.... rugi sih, untung ada ongkir yang menutupi. Pesanan terbanyak dan paling beruntung ketika teman-teman sekelasku banyak yang memesan, hehe....
sekian dan terima kasih yaaa
This is the best moment berdagang di Pendopo.


Mantulπ
ReplyDeleteMakasih π
DeleteMantappp π
ReplyDeleteMakasih π
DeleteKeren nisaaaa
ReplyDeleteMakasih π
Delete